Cara Menulis Essay yang Benar untuk Tugas Sekolah

Cara menulis essay yang rapi dimulai dari satu kalimat pendapat, lalu tiga alasan yang masing-masing punya contoh. Pembaca harus bisa berhenti di paragraf pertama dan sudah tahu apa yang Anda bela. Jika pendapat itu baru muncul di akhir, essay terasa seperti kumpulan catatan, bukan tulisan yang selesai.

Catatan kerangka untuk latihan cara menulis essay

Panduan ini untuk siswa SMP, SMA, dan mahasiswa yang diminta menulis essay di kelas: satu pendapat, alasan, dan penutup dalam beberapa paragraf. Ini berbeda dari cerita lepas. Di sini setiap paragraf punya tugas. Ide yang masih berceceran dikumpulkan dulu dengan teknik brainstorming, lalu dipilih tiga yang paling kuat. Sisanya tidak masuk draf.

Cara menulis essay: pendapat di kalimat pertama

Tulis satu kalimat yang bisa dijawab setuju atau tidak setuju. “Jam belajar malam lebih berguna daripada menambah les” adalah pendapat. “Belajar itu penting” terlalu lebar, karena hampir semua orang setuju dan essay tidak punya arah. Jika kalimat itu masih bisa dipecah menjadi dua pendapat, pecah, lalu pilih satu.

Letakkan kalimat itu di akhir paragraf pembuka, setelah satu atau dua kalimat latar. Pembaca tidak perlu menebak. Guru yang menilai juga langsung melihat apakah Anda menjawab soal.

Empat bagian, masing-masing satu tugas

  1. Pembuka: latar singkat dan satu kalimat pendapat.
  2. Isi pertama: satu alasan dan satu contoh nyata.
  3. Isi kedua: alasan lain, contoh lain, tanpa mengulang contoh pertama.
  4. Penutup: ulang pendapat dengan kata baru dan satu kalimat akibat.

Tiga alasan boleh, asalkan masing-masing dapat contoh. Dua alasan yang dalam lebih baik daripada lima alasan yang hanya berupa kata sifat. Contohnya kejadian di sekolah, angka dari bacaan, atau satu adegan yang Anda alami. Contoh yang mengulang alasan dengan kata lain belum menjadi bukti.

Halaman tulisan untuk sesi cara menulis essay

Kerangka sebelum kalimat panjang

Sebelum menulis paragraf, buat kerangka empat baris. Satu baris satu tugas di atas. Bentuknya bisa kolom seperti metode Cornell: kiri nama bagian, kanan satu kalimat isi. Kolom kanan yang masih kata tunggal berarti bagian itu belum siap ditulis menjadi paragraf.

Setelah draf selesai, potong kalimat yang tidak menopang pendapat. Satu halaman yang longgar dipadatkan mengikuti cara membuat rangkuman: yang tinggal adalah pendapat, alasan, dan contoh. Kalimat pembuka yang hanya basa-basi dihapus.

Tiga puluh menit untuk satu draf pendek

  1. Menit 1–5: tulis pendapat dalam satu kalimat, uji apakah bisa dibantah.
  2. Menit 6–12: isi kerangka empat baris, satu contoh per alasan.
  3. Menit 13–24: tulis draf dari kerangka, jangan menambah alasan baru.
  4. Menit 25–30: baca ulang, hapus kalimat yang tidak menopang pendapat.

Jika pada menit kedua belas contoh masih kosong, alasannya terlalu umum. Ganti dengan kejadian yang bisa Anda lihat: satu jam pelajaran, satu tugas, satu pilihan. Sesi yang pecah karena ponsel dipotong mengikuti cara fokus belajar: satu essay, timer menyala, baru mulai menulis. Jangan membuka topik kedua di sisa waktu yang sama.

Kesalahan yang membuat essay melebar

Menulis tanpa pendapat di awal. Menumpuk alasan tanpa contoh. Mengganti topik di paragraf ketiga. Dan menutup dengan kalimat “demikian essay ini” tanpa mengulang apa yang Anda bela.

Baca draf dengan satu pertanyaan: apakah setiap paragraf membuat pendapat awal lebih kuat? Paragraf yang hanya menambah informasi lain dipindah atau dihapus. Essay yang selesai terasa sempit, karena memang hanya membela satu hal.

Kalimat pertama tiap paragraf

Setiap paragraf isi dibuka dengan alasan, bukan dengan contoh. Contoh menyusul di kalimat kedua. Pembaca yang hanya membaca kalimat pertama tiap paragraf harus tetap melihat jalur pendapat Anda. Jika kalimat pertama hanya berupa cerita, pindahkan cerita ke belakang dan taruh alasan di depan.

Baca keempat kalimat pembuka berturut-turut. Keempatnya harus terasa seperti ringkasan essay. Yang meloncat ke topik lain diganti sebelum Anda memperbaiki ejaan. Ejaan dikerjakan terakhir, setelah susunan pendapat, alasan, dan contoh sudah tidak bergeser.

Baca draf sekali dengan suara. Kalimat yang membuat Anda tersangkut biasanya terlalu panjang atau belum punya subjek. Pendekkan sampai satu napas. Essay yang enak dibaca nyaring biasanya juga lebih mudah dinilai, karena pendapatnya tidak bersembunyi di tengah kalimat. Setelah bacaan itu lancar, baru periksa ejaan dan tanda baca. Satu draf yang sudah dibaca nyaring lebih siap dikumpulkan daripada dua draf yang hanya dilihat di layar. Kumpulkan draf hari ini setelah bacaan nyaring itu selesai.

FAQ

Berapa paragraf yang cukup? Empat paragraf cukup untuk tugas sekolah: buka, dua isi, tutup. Tugas yang meminta lebih panjang menambah alasan ketiga, bukan mengulang alasan pertama.

Boleh untuk essay beasiswa? Kerangkanya sama: satu pendapat, alasan, contoh, penutup. Bedanya, contohnya pengalaman Anda sendiri dan batas katanya mengikuti pengumuman. Artikel ini mengurus susunan, bukan syarat lembaga.

Bagaimana jika pendapat saya berubah di tengah? Berhenti. Tulis pendapat baru dalam satu kalimat, lalu buang paragraf yang membela pendapat lama. Dua pendapat dalam satu essay membuat penutup tidak tahu harus mengulang yang mana.

Penutup

Cara menulis essay yang berguna adalah menaruh satu pendapat di paragraf pembuka, memberi tiap alasan satu contoh, lalu menutup dengan pendapat yang sama dalam kata baru. Tulis satu draf empat paragraf hari ini. Kalimat yang bisa dibantah di awal lebih berguna daripada halaman yang baru menjelaskan maksudnya di akhir.

2 komentar untuk “Cara Menulis Essay yang Benar untuk Tugas Sekolah”

  1. Pingback: Cara Membuat Pidato Sekolah | Tiga Bagian

  2. Pingback: Cara Membuat Makalah yang Benar | Satu Topik

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top