Cara Membuat Daftar Pustaka dari Satu Sumber yang Dipakai

Cara membuat daftar pustaka yang menempel dimulai dari satu sumber yang benar-benar Anda pakai di tulisan, lalu urutannya ditulis sama setiap kali. Menyalin daftar dari internet membuat nama penulis dan tahun campur. Jika satu sumber sudah lengkap, sumber kedua tinggal mengikuti urutan yang sama.

Catatan sumber untuk latihan cara membuat daftar pustaka

Panduan ini untuk pelajar yang tugasnya meminta daftar pustaka, dari makalah singkat sampai laporan. Anda tidak perlu menghafal semua gaya kutipan hari ini. Satu buku atau satu laman, enam keterangan, dan satu cek apakah sumber itu muncul di isi tulisan sudah cukup. Jika tugasnya berupa pendapat dengan alasan, tubuh tulisannya mengikuti cara menulis essay. Di sini yang dilatih adalah mencatat sumber yang dipakai, bukan memperpanjang daftar agar terlihat banyak.

Cara membuat daftar pustaka: satu sumber, urutan tetap

Ambil satu buku yang halamannya benar-benar Anda baca. Tulis enam bagian berurutan. Nama penulis. Tahun terbit. Judul. Kota terbit. Nama penerbit. Halaman yang Anda pakai, bila guru memintanya. Contoh urutannya: Nama belakang, nama depan. Tahun. Judul. Kota: Penerbit.

Jangan mengubah urutan di sumber kedua. Jika buku pertama memakai tahun setelah nama, buku kedua juga begitu. Daftar yang urutannya berganti di tiap baris lebih sulit diperiksa daripada daftar yang pendek tetapi konsisten. Satu sesi satu jenis sumber. Buku selesai dulu. Laman web dijadwalkan setelah pola buku bisa ditulis tanpa mengintip.

Hanya sumber yang muncul di tulisan

Setiap baris di daftar harus punya jejak di isi. Jika Anda menyebut pendapat seseorang, namanya ada di kalimat itu dan di daftar. Jika sebuah buku hanya ada di daftar tetapi tidak pernah disebut, baris itu dihapus. Daftar yang panjang tidak mengganti tulisan yang tidak memakai sumber.

Saat Anda mencari bagian mana dari buku yang benar-benar dipakai, petakan dulu babnya dengan teknik skimming. Halaman yang tidak menopang kalimat di tugas tidak masuk daftar hari ini. Catatan dua kolom seperti metode Cornell membantu: kiri nama penulis, kanan satu kalimat di tugas Anda yang memakai sumber itu. Kolom kanan yang kosong berarti sumber itu belum terpakai.

Buku sumber terbuka untuk sesi cara membuat daftar pustaka

Buku, lalu laman

Untuk laman, urutannya tetap dimulai dari siapa yang menulis dan kapan, lalu judul tulisan, alamat laman, dan tanggal Anda mengaksesnya. Jika nama penulis tidak ada, tulis nama lembaga yang menerbitkan laman itu. Alamat yang hanya berupa beranda, tanpa judul tulisan, belum cukup.

Jangan mengarang kota, tahun, atau halaman yang tidak tercetak. Keterangan yang hilang ditulis sebagai yang tidak ada, lalu dilengkapi dengan membuka sumbernya lagi. Mengisi tahun kira-kira membuat daftar sulit dipercaya. Pekerjaan panjang seperti laporan akhir tetap lebih ringan bila sumber dicatat sejak awal, sejalan dengan strategi menyelesaikan skripsi tanpa burnout. Menumpuk semua sumber di malam terakhir membuat nama dan tahun tertukar.

Dua puluh lima menit untuk satu daftar

  1. Menit 1–6: pilih satu sumber yang sudah dipakai di tulisan.
  2. Menit 7–14: tulis urutan nama, tahun, judul, kota, penerbit.
  3. Menit 15–21: cek apakah nama itu muncul di isi. Jika tidak, hapus atau tambahkan kutipannya.
  4. Menit 22–25: baca nyaring satu baris, tandai bagian yang kosong.

Jika pada menit kesepuluh tahun terbit masih kosong, buka halaman identitas buku, bukan halaman isi. Bagian yang kosong itu yang dicari, bukan sumber baru. Ringkasan materi yang memakai sumber yang sama bisa disusun mengikuti cara membuat rangkuman, supaya Anda tahu kalimat mana yang benar-benar butuh daftar.

Kesalahan yang membuat daftar pustaka ditolak

Menyalin daftar jadi dari internet. Mengarang tahun. Mencampur urutan buku dan laman dalam satu baris. Memasukkan buku yang tidak disebut di tulisan. Dan menulis judul tanpa nama penulis hanya karena nama itu tersembunyi di halaman depan.

Saat dua sumber mirip, buat tabel dua baris: penulisnya siapa, tahunnya berapa, judulnya apa. Isi dari buku, bukan dari ingatan semata. Sel yang kosong dilengkapi sebelum sumber ketiga ditambahkan.

Satu baris yang bisa diperiksa

Tutup buku. Baca satu baris daftar. Anda harus bisa menunjuk di tulisan kalimat yang memakai sumber itu. Jika tidak bisa, barisnya belum layak. Simpan baris yang bolong di sudut kertas. Besok mulai dari bagian yang kosong, bukan dari sumber yang sudah lengkap.

Daftar yang siap dikumpulkan adalah baris yang urutannya sama dan semuanya muncul di isi. Sepuluh judul yang hanya memperpanjang halaman belum siap. Ulangi satu baris itu besok dengan buku tertutup, lalu buka hanya untuk mengisi bagian yang hilang.

Jangan menambah sumber baru sebelum baris yang bolong selesai. Satu sumber yang lengkap lebih siap daripada lima judul yang tahunnya dikira-kira. Tulis urutan nama-tahun-judul di sudut buku supaya besok mata langsung menemukan pola yang sama. Baca satu baris itu sekali lagi sebelum tugas ditutup.

FAQ

Harus mengikuti gaya APA atau yang lain? Ikuti gaya yang guru minta. Jika tidak disebut, pakai satu urutan dan jangan diubah di tengah daftar. Konsisten lebih penting daripada mencampur dua gaya.

Bagaimana jika penulisnya lembaga? Nama lembaga mengganti nama orang. Tahun, judul, dan penerbit tetap ditulis di urutan yang sama.

Boleh memakai sumber yang hanya dibaca judulnya? Tidak. Sumber masuk daftar hanya jika ada bagian yang menopang kalimat di tulisan Anda.

Penutup

Cara membuat daftar pustaka yang bertahan adalah mengambil satu sumber yang benar-benar dipakai, menulis nama, tahun, judul, kota, dan penerbit dengan urutan yang sama, lalu memeriksa bahwa nama itu muncul di isi. Mulai dari satu buku hari ini. Satu baris yang bisa diperiksa lebih berguna daripada satu halaman judul yang tidak pernah Anda buka.

1 komentar untuk “Cara Membuat Daftar Pustaka dari Satu Sumber yang Dipakai”

  1. Pingback: Cara Menulis Surat Resmi | Satu Permintaan

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top